Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/maldompd/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Sisir Kota Pesisir, Gerakan Bangun Sekolah Layak, Kini Memasuki Panggung Keduannya

Facebook
Twitter
LinkedIn

SERAM BAGIAN BARAT, MALUKU — Kampanye “Sisir Kota Pesisir”, kolaborasi Dompet Dhuafa dan Is Pusakata, kini memasuki panggung keduannya. Setelah sebelumnya hadir  untuk renovasi gedung MTS Nahdlatul Ulama yang terletak di Taman Sejarah, Seram Bagian Barat, Maluku, panggung konser kali ini ditargetkan untuk Pembangunan MTS Al-Ishlah di Desa Pasanea, Seram Bagian Utara. konser yang dilakukan di dua lokasi tersebut dilaksanakan pada Sabtu (26/7/2025) hingga Selasa (29/7/2025).

 

Pustaka atau Is, Buah hati beliau, Asep Souisa bersama para guru dan siswa MTs Al-Ishlah di Desa Pasanea, Seram Bagian Utara, Maluku

Bersama content creator asal Maluku Bang Ican, dan Asep Souisa, perwira polisi dari Polres Seram Bagian Barat, konser kali ini juga semakin istimewa karena kehadiran sosok kecil yang berjalan di antara penonton sambil menenteng kotak donasi. Anak itu adalah buah hati dari Mohammad Istiqomah Djamal, pria di balik nama panggung Pusakata.

“Saya ingin anak saya menyaksikan langsung bahwa musik bukan hanya tentang panggung sorotan, tapi bisa menjadi jalan untuk menebar kebaikan” ungkap Is Pusakata.

Bersama sang buah hati, Is Pusakata tak hanya mengajaknya menyentuh hati penonton lewat alunan-alunan lirik lagu seperti “Akad” atau “Ruang Tunggu”, tetapi juga menyaksikan bagaimana musik bisa menjadi jalan untuk menebar manfaat kepada sesama.

Panggung konser SKP 2, di Kafe Akropolis Gemba, Seram Bagian Barat, Maluku
Buah hati Is Pusakata ikut berjalan menenteng kotak donasi

Bersama content creator asal Maluku Bang Ican, dan Asep Souisa, perwira polisi dari Polres Seram Bagian Barat, konser kali ini juga semakin istimewa karena kehadiran sosok kecil yang berjalan di antara penonton sambil menenteng kotak donasi. Anak itu adalah buah hati dari Mohammad Istiqomah Djamal, pria di balik nama panggung Pusakata.

Bersama sang buah hati, Is Pusakata tak hanya mengajaknya menyentuh hati penonton lewat alunan-alunan lirik lagu seperti “Akad” atau “Ruang Tunggu”, tetapi juga menyaksikan bagaimana musik bisa menjadi jalan untuk menebar manfaat kepada sesama.

MTS Al-Ishlah Pasanea dipilih menjadi sekolah selanjutnya dalam kampanye ini tentu bukan hanya karena letaknya yang ada di pesisir sana, melainkan ada tembok kelas dari papan yang sudah rusak dan berlubang, ada bangku kayu kecil yang rapuh, dan bangunan sekolah tanpa perpustakaan dan kamar kecil yang butuh perhatian kita semua.

tampak dinding sekolah MTS Al-Ishlah Pasanea, yang sudah berlubang
Tetap tersenyum lebar Is Pusakata, Buah hati beliau, dan Asep Souisa foto bersama siswa MTs Al-Ishlah Pasanea di ruang kelas yang bahkan sudah bolong.

Dipanggung konser, Is Pusakata tak tampil sendiri, hadir musisi lokal seperti Zuleske, Nino & Friends, Khafiwas, hingga penyair Eko S. Poceratu yang menggetarkan hati lewat puisi:

“Jangan bangga bilang Maluku, kalau ale saudara sandiri masih makan di batu, tulis di batu, masih dapat tipu satu satu, jadi mari bantu Maluku dengan apa yang kamu punya”.

Dari panggung amal ini, terkumpul Rp33.242.133 melalui lelang karya seni, penjualan tiket, kotak donasi keliling, dan traksaksi QRIS, namun angka ini masih jauh dari cukup untuk mewujudkan sekolah layak bagi anak-anak pesisir. Mereka masih menunggu kita, orang-orang yang percaya bahwa pendidikan adalah pintu masa depan.

 

 

 

Scroll to Top