Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/maldompd/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Uncategorized

Uncategorized

Dompet Dhuafa Maluku Sambut Ramadan 1447 H dengan Ragam Aksi Kebaikan untuk Masyarakat

AMBON – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dompet Dhuafa Maluku dan Dompet Dhuafa Volunteer Maluku menggelar rangkaian kegiatan sosial yang sarat makna kebersamaan dan kepedulian. Berbagai program dihadirkan sebagai bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat, mulai dari nonton bareng bersama anak yatim, pemeriksaan kesehatan gratis, gerai berbagi, hingga canvasing untuk memperluas jangkauan program-program Ramadan. Tarhib Ramadan diawali dengan Dompet Dhuafa Volunteer Maluku menggelar kegiatan nonton bareng film inspiratif “Teman Tegar: Maira Wishper From Papua” bersama anak-anak yatim, piatu, dhuafa, serta penyandang disabilitas. Kegiatan penuh kehangatan ini berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026, di XXI Maluku City Mall, Passo. Sebanyak 100 anak penerima manfaat hadir didampingi oleh 30 kakak pendamping dan relawan, serta diikuti pula oleh 33 peserta umum yang turut merasakan suasana kebersamaan. Melalui pemutaran film bertema perjuangan dan harapan tersebut, para peserta diajak menumbuhkan semangat ketegaran, rasa percaya diri, serta optimisme dalam menghadapi berbagai keterbatasan. Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini melibatkan relawan, tenaga medis, donatur, serta masyarakat umum. Suasana kebahagiaan tampak jelas ketika puluhan anak yatim mengikuti kegiatan nonton bareng yang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat optimisme menjelang Ramadan. Tawa dan keceriaan anak-anak menjadi pengingat bahwa perhatian sederhana dapat menghadirkan kebahagiaan yang besar. Di waktu yang sama, layanan pemeriksaan kesehatan gratis menjadi salah satu program yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tim medis relawan memberikan pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan, serta edukasi sederhana mengenai pentingnya menjaga kesehatan, khususnya menjelang menjalankan ibadah puasa. Antusiasme warga menunjukkan bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dan gratis masih menjadi kebutuhan penting bagi banyak keluarga. Tak hanya itu, Dompet Dhuafa Maluku juga menghadirkan gerai berbagi sebagai sarana mempertemukan kepedulian para donatur dengan kebutuhan para penerima manfaat. Melalui gerai ini, masyarakat dapat mengenal lebih dekat berbagai program kemanusiaan yang dijalankan, sekaligus berpartisipasi langsung dalam gerakan berbagi kebaikan di bulan Ramadan. Sementara itu, kegiatan canvasing dilakukan untuk mengajak lebih banyak pihak terlibat dalam program sosial Ramadan, sehingga manfaat yang dihadirkan dapat menjangkau wilayah yang lebih luas. Pimpinan Dompet Dhuafa Maluku menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menyambut Ramadan dengan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ramadan, menurutnya, bukan sekadar momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga waktu terbaik untuk memperkuat solidaritas sosial, menumbuhkan empati, serta menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. “Melalui program-program Ramadan ini, kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan Ramadan dapat dirasakan oleh semua kalangan, terutama anak yatim dan keluarga prasejahtera. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam gerakan kebaikan ini,” ujarnya. Ke depan, Dompet Dhuafa Maluku berkomitmen terus memperluas jangkauan layanan sosial dan kemanusiaan, khususnya selama bulan Ramadan. Dukungan masyarakat—baik dalam bentuk donasi, kolaborasi, maupun keterlibatan sebagai relawan—menjadi kunci agar semakin banyak penerima manfaat yang dapat merasakan keberkahan Ramadan. Dengan semangat berbagi yang terus tumbuh, Ramadan diharapkan menjadi momentum mempererat kepedulian sosial dan menghadirkan keberkahan bagi seluruh masyarakat Maluku. Dompet Dhuafa Maluku pun mengajak semua pihak untuk menjadikan bulan suci ini sebagai kesempatan memperbanyak kebaikan, sehingga cahaya kepedulian dapat terus menyala, bahkan setelah Ramadan usai.

Uncategorized

Melalui Festival Al-Quds 2025: Dompet Dhuafa Maluku Perkuat Solidaritas Untuk Palestina

AMBON — Suport untuk Palestina oleh Dompet Dhuafa Maluku terus digencarkan. Dompet Dhuafa Maluku mengemas Event kali ini dengan beragam aktivitas keren dan inspiratif, mulai dari Aksi Bela Palestina, Lomba Mewarnai, Tenant UMKM, Pameran Palestina serta Talkshow Kepalestinaan. Festival Al-Quds yang digelar selama satu hari full pada (26/10/2025) , hadir sebagai bentuk kegiatan penguatan spiritual dan kemanusiaan kepada Masyarakat kota Ambon untuk tetap mendukung dan bersuara untuk Palestina. Kegiatan ini dirancang untuk menjadi platform kolaborasi antarpelaku usaha UMKM, komunitas kemanusiaan, dan masyarakat, sekaligus menjadi sarana edukasi Kepalestinaan, Suport, juga spiritualitas. Mengusung tema “Gelombang Solidaritas : Dari Sumud Palestina ke Flotilla Dunia”, Festival Al-Quds 2025 menghadirkan rangkaian kegiatan seperti : Aksi Bela Palestina, Tenant UMKM, Lomba Mewarnai, Pameran Palestina dan acara puncaknya yaitu Talkshow Kepalestinaan bersama Ustadz Amar R. Ar-Risalah (Dai, Penulis, Konter Kreator) dan Ustadzah Indadari (Aktivis, Relawan Sosial, Founder Niqabsquad Foundation)  yang diselenggarakan di Kawasan Masjid Al Fatah Ambon lebih tepatnya Gedung Ashari. La Januri selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Maluku, menyampaikan bahwa hadirnya Festival Al-Quds ini adalah untuk mengajak komunitas serta Masyarakat untuk tetap bersuara untuk Palestina, sekecil apapun usaha yang kita lakukan. “Festival Al-Quds 2025 adalah sebuah kegiatan di mana kami ingin mengajak pegiat kemanusiaan di lingkungan Kota Ambon. Mengajak komunitas, dan anak muda untuk bersama-sama bergandengan tangan bukan hanya sebagai muslim, tapi sebagai manusia, yang meyakini bahwa untuk membela Palestina kita tidak harus menjadi muslim tapi cukup menjadi manusia” imbuh Januri. kegiatan pertama pelaksanaan Festival Al-Quds, berawal sejak pagi hari jam 08.30 AM – 12.00, Aksi Bela Palestina yang dilakukan di Masjid An-Nur Batu Merah (long march) sampai ke Masjid Al Fatah mengajak Masyarakat, mengingatkan mereka bahwa kita tidak boleh berhenti untuk mendukung Palestina, selama mereka belum Merdeka, kita jangan sampai melupakan mereka, apalagi adanya genos*da yang mengakibatkan kelaparan yang berkepanjang hingga hari ini. Lalu di lanjutkan dengan Lomba Mewarnai dengan tema “Palestina”, berkolaborasi dnegan komunitas kemanusiaan Baik Berisik Maluku dengan maksud untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan sejak dini untuk anak-anak, mengenalkan mereka tentang Palestina serta mengajak meraka paham bahwa mendukung Palestina di mulai dari hal kecil sekalipun karen itu sangat berdampak. Selama festival berlangsung, terdapat UMKM dengan berbagai tenant, mulai dari kuliner hingga multiproduk. Selain tenant, ada juga booth kemanusiaan yang menggambarkan berapa banyak anak-anak yang telah syahid dan gugur sejak di mulainya Genosida hingga hari ini, booth yang di buat oleh komunitas kemanusiaan yang bergerak khusus untuk berisik dan bersuara untuk Palestina yaitu Baik Berisik Maluku.   Dan di lanjutkan dengan malam puncak kegiatan ini, yaitu Talkshow Kemanusiaan, 21.30 – 23.00 sebanyak 232 peserta hadir dan semangat mengikuti talkshow ini. Talkshow menarik mengenai Sejarah Palestina, Membahas Kapal-Kapal Sumud Flotilla, serta bagaimana kondisi Palestina hingga hari ini di paparkan langsung oleh Ustadz Amar R. Ar-Risalah sebagai bagian dari Gelombang Sumud Flotilla perwakilan dari Indonesia serta Ustadzah Indadari yang juga merupakan aktivis social, datang langsung ke Palestina, menyalurkan bantuan, memberikan pelukan hangat, serta menyapa jiwa-jiwa yang sabarnya tanpa batas itu. “Kekalahan yang diinginkan isra*l bukanlah banyak nyawa yang terbunuh setiap harinya atau bangunan yang runtuh setiap saat, melainkan dengan sangat menginginkan rakyat Palestina meninggalkan tanah air mereka, Maka makna Sumud Palestina Adalah bentuk keteguhan dan paling tabah daalam  mempertahankan tanah air.” Ucap Ustadz Amar R. Ar-Risalah.   Tetaplah berisik, sekecil apapun gerakanmu, Allah tetap akan melihat itu  sebagai bentuk jihadmu dalam memperjuangankan Palestina.” Jadi layaknya rakyat Palestina yang sabar dalam meneladani nabi Zakariya yang bahkwan mati di gergaj* kaumnya sendiri, mereka mengambil Pelajaran itu untuk tetap sabar, mempertahankan tanah air mereka. Ustadzah Indadari. Penyunting: Wa Lina Fotografer: Arman Wally

Uncategorized

Sisir Kota Pesisir, Gerakan Bangun Sekolah Layak, Kini Memasuki Panggung Keduannya

SERAM BAGIAN BARAT, MALUKU — Kampanye “Sisir Kota Pesisir”, kolaborasi Dompet Dhuafa dan Is Pusakata, kini memasuki panggung keduannya. Setelah sebelumnya hadir  untuk renovasi gedung MTS Nahdlatul Ulama yang terletak di Taman Sejarah, Seram Bagian Barat, Maluku, panggung konser kali ini ditargetkan untuk Pembangunan MTS Al-Ishlah di Desa Pasanea, Seram Bagian Utara. konser yang dilakukan di dua lokasi tersebut dilaksanakan pada Sabtu (26/7/2025) hingga Selasa (29/7/2025).   Bersama content creator asal Maluku Bang Ican, dan Asep Souisa, perwira polisi dari Polres Seram Bagian Barat, konser kali ini juga semakin istimewa karena kehadiran sosok kecil yang berjalan di antara penonton sambil menenteng kotak donasi. Anak itu adalah buah hati dari Mohammad Istiqomah Djamal, pria di balik nama panggung Pusakata. “Saya ingin anak saya menyaksikan langsung bahwa musik bukan hanya tentang panggung sorotan, tapi bisa menjadi jalan untuk menebar kebaikan” ungkap Is Pusakata. Bersama sang buah hati, Is Pusakata tak hanya mengajaknya menyentuh hati penonton lewat alunan-alunan lirik lagu seperti “Akad” atau “Ruang Tunggu”, tetapi juga menyaksikan bagaimana musik bisa menjadi jalan untuk menebar manfaat kepada sesama. Bersama content creator asal Maluku Bang Ican, dan Asep Souisa, perwira polisi dari Polres Seram Bagian Barat, konser kali ini juga semakin istimewa karena kehadiran sosok kecil yang berjalan di antara penonton sambil menenteng kotak donasi. Anak itu adalah buah hati dari Mohammad Istiqomah Djamal, pria di balik nama panggung Pusakata. Bersama sang buah hati, Is Pusakata tak hanya mengajaknya menyentuh hati penonton lewat alunan-alunan lirik lagu seperti “Akad” atau “Ruang Tunggu”, tetapi juga menyaksikan bagaimana musik bisa menjadi jalan untuk menebar manfaat kepada sesama. MTS Al-Ishlah Pasanea dipilih menjadi sekolah selanjutnya dalam kampanye ini tentu bukan hanya karena letaknya yang ada di pesisir sana, melainkan ada tembok kelas dari papan yang sudah rusak dan berlubang, ada bangku kayu kecil yang rapuh, dan bangunan sekolah tanpa perpustakaan dan kamar kecil yang butuh perhatian kita semua. Dipanggung konser, Is Pusakata tak tampil sendiri, hadir musisi lokal seperti Zuleske, Nino & Friends, Khafiwas, hingga penyair Eko S. Poceratu yang menggetarkan hati lewat puisi: “Jangan bangga bilang Maluku, kalau ale saudara sandiri masih makan di batu, tulis di batu, masih dapat tipu satu satu, jadi mari bantu Maluku dengan apa yang kamu punya”. Dari panggung amal ini, terkumpul Rp33.242.133 melalui lelang karya seni, penjualan tiket, kotak donasi keliling, dan traksaksi QRIS, namun angka ini masih jauh dari cukup untuk mewujudkan sekolah layak bagi anak-anak pesisir. Mereka masih menunggu kita, orang-orang yang percaya bahwa pendidikan adalah pintu masa depan.      

Uncategorized

Resmikan Bangunan Baru, Program Sisir Kota Pesisir Nyalakan Harapan Anak-anak di Maluku Bisa Belajar Lebih Layak

  SERAM BAGIAN BARAT, MALUKU — Momen haru terjadi di Taman Sejarah, Seram Bagian Barat, Maluku pada Selasa (29/07/2025). MTs Nahdlatul Ulama Taman Sejarah yang sebelumnya lapuk dimakan usia, kini memiliki bangunan baru yang lebih layak berkat solidaritas masyarakat melalui kolaborasi Dompet Dhuafa bersama Is Pusakata, Ican, dan Nabila Ishma dalam program Sisir Kota Pesisir. Peresmian renovasi sekolah MTs Nahdlatul Ulama mencakup tiga ruang kelas baru dan satu ruang tenaga pendidik. Peresmian renovasi sekolah dihadiri pula oleh berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan antara lain Pusakata, Kak Ican, Kepala Kantor Wilayah Agama Maluku Abdul Karim Rahantan, Ketua Tim Bidang Bimas Islam Kantor Wilayah Maluku, Anggota Legislatif DPRD Maluku H. Amirudin, Bupati Seram Bagian Barat yang diwakili oleh Aisa Pelu, Kepala Kemenag Seram Bagian Barat Djafar Tuny , Wakil Kapolres Seram Bagian Barat, Manager Marcom Dompet Dhuafa Pusat Dedi Fadlil, dan Raja Desa Waisala. Prosesi dimulai dengan sambutan meriah masyarakat dengan penampilan rebana dan tari-tarian adat setempat. Para penari kemudian mengalungkan bunga sebagai simbol selamat datang bagi para tamu yang hadir di Desa Taman Sejarah. Masyarakat seraya berkumpul dan menyambut antusias acara peresmian yang digelar di halaman sekolah. Dengan mata berkaca-kaca La Acim Rumbia selaku Kepala MTs Nahdlatul Ulama menceritakan perjuangan berdirinya sekolah yang sejak 15 tahun lalu belum pernah direnovasi. Beliau bercerita saat hujan, air masuk ke kelas hingga kebanjiran saat sedang proses mengajar. Begitu memprihatinkan kondisi sekolah lama, sehingga ketika program Sisir Kota Pesisir berencana merenovasi sekolah, ia merasakan bahagia. “Bagi saya, program ini seperti mimpi yang terwujud, Allah memutuskan orang-orang yang baik untuk bertemu, ini bukan salah satu kebetulan tetapi ini rencana Allah karena mimpi kita sudah lama untuk mendapatkan pembangunan yang layak bagi siswa siswi untuk belajar.” ucap La Acim. Is Pusakata juga mengajak berbagai tokoh masyarakat untuk ikut berkolaborasi membangun sekolah di Maluku. “Saya dan Dompet Dhuafa, bersama Kak Ican dan Nabila Ishma hanya sebuah pemantik semangat itulah fungsi kami. Kami tidak dalam rangka menjadi penagih siapapun, tetapi kami hanya ingin menjadi anak muda yang keren yang bisa menyebarkan semangat (membangun sekolah) ini” ungkap Is Pusakata. Proses peresmian bangunan baru MTs Nahdlatul Ulama ditandai dengan pemotongan pita dan penyematan tanda tangan sebagai bentuk dukungan kepada program Sisir Kota Pesisir di sekolah pertama. Program Sisir Kota Pesisir dapat berjalan dengan baik tidak lepas dari dukungan penuh Bank Jago Syariah yang senantiasa hadir mendukung pendidikan berkualitas bagi anak-anak pesisir di Maluku. Kolaborasi ini menjadi bukti Dompet Dhuafa dan Bank Jago Syariah mampu melahirkan perubahan positif dengan memberikan kemudahan akses belajar lewat gedung sekolah baru. Sejatinya dukungan-dukungan tersebut bukanlah tentang bangunan, tetapi tentang menyalakan harapan serta memberikan kesempatan anak-anak pesisir dapat mewujudkan cita-citanya di masa mendatang. Anak-anak yang antusias belajar di ruangan yang nyaman, tidak takut saat hujan mulai turun. Ruang kelas menjadi ruang diskusi yang aktif tanpa khawatir dindingnya akan roboh. Kesempatan belajar inilah yang sudah selayaknya dapat diwujudkan secara bersama-sama. Program Sisir Kota Pesisir (SKP) berlanjut ke sekolah kedua tepatnya di MTs Al Ishlah, Pasanea, Kec. Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Perjalanan SKP dibuka dengan konser amal berkolaborasi dengan Raisa Cafe, Sarabba Cafe, Cafe Sianida, Dompet Dhuafa Maluku, dan Dompet Dhuafa TV yang diselenggarakan pada Sabtu (26/07) di Pantai Ina Marina, Masohi. Konser amal dimeriahkan oleh musisi lokal antara lain Zulesske, Nino & Friends, Khafiwas, dan penampilan puncak oleh Pusakata. Dukungan terus mengalir lewat konser amal, lelang karya mural, dan komunitas-komunitas lainnya. Alhamdulillah, per 27 Agustus 2025 dana telah terkumpul senilai Rp 51.714.020. Agar harapan ini terus berlanjut, yuk ikut patungan bangun sekolah bagi anak pesisir Maluku melalui Bantu Wujudkan: Bangun sekolah Anak Pesisir . (Dompet Dhuafa)      

Uncategorized

Berbagi Bahagia Di Pelosok Negeri, Dompet Dhuafa Distribusikan 36.709 Hewan Kurban

JAKARTA – Selama 31 tahun Dompet Dhuafa terus menjaga amanah para pekurban dalam menyalurkan hewan kurbannya ke pelosok negeri dan luar negeri. Di tahun 1446 Hijriah ini, Dompet Dhuafa mencatatkan perolehan Kurban Nasional Dompet Dhuafa 2025 sejumlah 36.709 ekor setara domba/kambing dan tumbuh sebesar 33,70%. Adapun perolehan tersebut terdiri dari program Tebar Hewan Kurban dengan kurban sebanyak 28.445 ekor setara domba kambing, dan program Mitra Jejaring Kurban dengan kurban sebanyak 8.264 ekor setara domba kambing. Mitra Jejaring Kurban adalah sebuah inisiasi gerakan kurban dengan mekanisme jual langsung yang dilakukan mitra peternak individu Jaringan Dompet Dhuafa, untuk mendukung gerakan pemberdayaan peternak lokal dan juga memperkuat rantai pasok pangan. Ahmad Juwaini selaku Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika mengatakan dalam rilis (Kamis, 12/06), “Pelaksanaan kurban tahun ini juga melibatkan Mitra Jejaring Kurban Dompet Dhuafa dengan mekanisme jual langsung yang dilakukan mitra peternak individu Jaringan Dompet Dhuafa, untuk mendukung gerakan pemberdayaan peternak lokal dan memperkuat rantai pasok pangan nasional, terutama ke masyarakat yang membutuhkan.” Ahmad menambahkan, kurban juga membawa dampak nyata bagi para peternak lokal binaan Dompet Dhuafa. “Tebar Hewan Kurban merupakan hilirisasi pendayagunaan zakat Anda yang diturunkan dalam program ekonomi sehingga lahirlah para peternak binaan Dompet Dhuafa di banyak daerah. Dengan demikian, pelibatan para peternak lokal bisa mendapatkan penghasilan yang layak, pemberdayaan, serta peningkatan taraf hidup secara nyata,” ungkap Ahmad. Pada periode Kurban tahun ini, sebaran distribusi menyasar ke 26 Provinsi di Indonesia dengan jangkuan hingga 250 Kabupaten/Kota, dan 3 Negara yakni Palestina, Somalia dan Myanmar. Dengan wilayah sebaran tersebut, jumlah penerima manfaat mencapai 2.036.320 jiwa. “Terima kasih para donatur, mitra korporasi, mitra kebaikan, para peternak dan seluruh pihak yang telah bersama-sama menyukseskan Kurban 1446 H. Selesainya tasyrik menandai usai sudah kampanye Kurban Se-ngaruh Itu yang telah kami salurkan ke seluruh pelosok negeri hingga mancanegara,” ungkap Dwi Tanty Kurnianingtyas, selaku Ketua Panitia THK Dompet Dhuafa 1446 H/2025 M. Melalui semangat Kurban Se-ngaruh Itu, Dompet Dhuafa konsisten membantu masyarakat yang membutuhkan. Sehingga ibadah kurban kita manfaatnya bisa dirasakan oleh semuanya. Mulai dari pekurban, peternak, pedagang, penyembelih, mitra kurban hingga penerima daging kurban. “Pelaksanaan Tebar Hewan Kurban ini menjadi salah satu bentuk nyata Dompet Dhuafa memberikan dukungan dan kepedulian kepada mereka yang berada di wilayah pelosok, untuk menikmati kebahagiaan kurban. Karena kurban dapat meningkatkan konsumsi protein hewani bagi masyarakat pelosok, menguatkan ekonomi peternak-peternak lokal hingga dampak besar lainnya.” tambah Tanty. Salah satu penerima manfaat di Desa Kiwang Ebang, Pulau Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Mama Ratna (60), mengisahkan kesehariannya. Ia mengungkapkan rasa syukurnya saat menerima daging kurban. Sudah setahun mendambakan makan daging, sebuah rezeki yang langka baginya. Karena keseharian hanya makan ikan, titi (keripik) jagung, atau bahkan hanya nasi dan air putih saja. “Untuk (kebutuhan) sehari-hari, kita menabung penghasilan beberapa hari, baru bisa beli beras. Sering juga kita tahan-tahan lapar atau berpuasa. Ya, senang ada daging kurban, setahun sekali toh,” ungkap Mama Ratna. Kebahagiaan yang sama juga dialami Muhammad Yasin dan masyarakat Desa Bitorik, Maluku. Setelah penantian panjang selama 26 tahun, masyarakat Desa Bitorik kembali merasakan euforia Iduladha yang penuh makna. Donatur Dompet Dhuafa menyalurkan hewan kurban di Program Tebar Hewan Kurban (THK) sebanyak 9 ekor sapi dan 1 ekor kambing kepada masyarakat setempat. “Masyarakat senang sekali ketika mendengar akan ada yang mengirim hewan kurban ke sini. Apalagi jumlahnya sebanyak itu. Kami pun tak mau ini hanya kita saja yang menikmati. Kami bagikan juga daging-daging kurban ke desa-desa sekitar,” ujar Muhammad Yasin.

Scroll to Top